Jum. Apr 12th, 2024

Kodim 0201/Medan Gelar Pembinaan Masyarakat Tanggap Bencana Di Wilayah TA 2022

Medan – Kodim 0201/Medan memberikan pelatihan Dasar Manajemen Bencana dan Pengendalian Operasi Pencarian dan Pertolongan bagi korban banjir kepada para Babinsa Satkowil Kodim 0201/Medan dan masyarakat di wilayah Kodim 0201/Medan pada kegiatan Program Pembinaan Masyrakat Tanggap Bencana Tahun Anggaran 2022. Selasa (08/11/2022)

Dandim 0201/Medan Kolonel Inf. Ferry Muzawwad, S.I.P., M.Si, yang diwakilkan oleh Kaur Bakti TNI Siter Kodim 0201/Medan
Kapten Inf. Abdul Manan Marpaung dalam kata sambutannya sangat mengapresiasi bentuk pelatihan yang akan diikuti para Babinsa Satkowil Kodim 0201/Medan, komponen organisasi masyakarat HIPAKAD dan beberapa oramas yang hadir, serta para pelajar pramuka di wilayah Kodim 0201/Medan.

Kapten Inf. Abdul Manan Marpaung menjelaskan selain dapat memupuk persatuan dan kesatuan, pelatihan dasar manajemen bencana tersebut juga sangat penting karena memiliki tujuan untuk meningkatkan kompetensi pengetahuan dan keterampilan dalam penanggulangan bencana.

“Penyelenggaraan pelatihan dasar manajemen bencana itu juga melibatkan peran serta dan sinergi antara Kodim 0201/Medan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan,” jelas Kapten Marpaung

“Pelatihan ini sangat penting, karena bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, baik dalam bidang pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam penanggulangan bencana banjir, karena wilayah Kota Medan dan sekitarnya merupakan wilayah rawan banjir,” kata Kaur Bakti Kodim 0201/Medan dalam pembukaan pelatihan

Melalui pelatihan tersebut, bahwa materi yang berkaitan dengan manajemen bencana akan terus berguna hingga ke depannya, sebab wilayah Indonesia masuk dalam kawasan rawan bencana dengan dilalui oleh dua lempeng aktif dan masuk dalam zona ring of fire.

Di sisi lain, kondisi geografis tersebut juga diikuti dengan pertumbuhan penduduk. Sehingga, seluruh komponen masyarakat juga perlu dilibatkan dalam penanggulangan bencana.

“Tantangan penanggulangan bencana yang dihadapi bangsa Indonesia akan terus terjadi di masa depan. Indonesia berada di wilayah kawasan rawan bencana dan kondisi ini akan terus berulang di tengah pertumbuhan jumlah penduduk,” jelas Kaur Bakti.

“Seluruh elemen masyarakat perlu diberdayakan dan dilibatkan dalam penanggulangan bencana, hingga dewasa ini, keberadaan relawan sudah sangat dirasakan oleh masyarakat, khususnya dalam kaitan penanggulangan bencana yang meliputi aspek sosialisasi, mitigasi dan kesiapsiagaan” Jelas Kapten Marpaung

Keberadaan relawan dalam penanggulangan bencana juga dibutuhkan, mengingat penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja melainkan perlu ada kolaborasi antar lintas komponen Pentaheliks.

Kaur Bakti sangat berharap melalui kegiatan pelatihan tersebut kemudian dapat meningkatkan pengetahuan dan kapasitas sehingga para peserta mampu menjadi agen penanggulangan bencana untuk masyarakat di seluruh penjuru negeri.

“Saya sangat berharap seluruh peserta pelatihan dapat mengikuti seluruh agenda pelatihan agar dapat meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan bencana pengendalian operasi dan mengurangi kerentanan sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dan pemerintah dalam penanggulangan bencana,” pungkas Kaur Bakti.

Erwin pegawai PMI Kota Meda yang ditunjuk sebagai salah satu nara sumber dalam pelatihan ini menyampaikan bahwa “Penting untuk mengetahui pertolongan pertama pada korban tenggelam. Hal ini memang dapat dialami siapa saja dan terjadi kapan saja. Melalui langkah pertolongan awal tersebut, diharapkan nyawa korban dapat terselamatkan”.

Selanjutnya penyampaian dari Erwin “Saat berhasil menolong korban tenggelam keluar dari air, segera baringkan korban di tempat aman dan datar dengan posisi telentang. Setelah itu, mulai periksa pernapasannya dengan mendekatkan telinga ke mulut dan hidung korban untuk merasakan ada tidaknya embusan udara.

Selain itu, Anda juga bisa melihat gerakan dada korban untuk menandakan korban masih bernapas. Jika korban tidak bernapas, periksa juga denyut nadi di leher korban selama 10 detik. Bila denyut nadi korban tenggelam tidak teraba sama sekali, Anda bisa lakukan resusitasi jantung paru sebagai upaya pertolongan medis untuk mengembalikan kemampuan bernapas dan sirkulasi darah dalam tubuh dengan langkah sebagai berikut :

• Memberikan tekanan atau kompresi dada (compression), dengan cara meletakkan salah satu telapak tangan di bagian tengah dada korban dan tangan lainnya di atas tangan pertama, lalu berikan tekanan di dada korban sebanyak 30 kali.

• Membuka jalur napas (airways), yaitu mendongakkan kepala korban dengan meletakkan tangan Anda di dahinya, kemudian angkat dagu korban secara perlahan. Namun, Anda harus hati-hati saat memegang leher korban, karena ada kemungkinan terjadinya cedera leher.

• Memberi bantuan napas atau napas buatan (breathing), dengan cara jepit hidung korban, lalu tempatkan mulut Anda ke mulutnya, kemudian tiupkan udara secara perlahan ke dalam mulut sebanyak 2 embusan.

Sebanyak 135 peserta diberikan pembekalan tentang penggunaan peralatan bantu pertolongan di air, dan cara menolong korban tenggelam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *