Ming. Apr 14th, 2024

DANRAMIL 0201-10/MM HADIRI PERTEMUAN KONSULTASI MASYARAKAT 

Balai Wilayah Sungai Sumatera II, menggelar Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) bersama stakeholder dan tokoh-tokoh masyarakat serta masyarakat yang terdampak pembangunan drainase di Kantor Kelurahan Tangkahan, Kec. Medan Labuhan. Kamis (30/6/2022)

PKM tersebut bertujuan untuk penyusunan Land Acquisition and Resetlement Action Plan (LARAP) Pengelolaan Banjir DAS Belawan – Deli – Percut – Padang di Provinsi Sumatera Utara sebagai sarana dalam memberikan saran, sehubungan dengan rencana pembangunan fasilitas pengadaan drainase.

Dalam sambutannya, perwakilan dari BWS Sumatera II mengatakan, pada pembangunan fasilitas drainase ini diperlukan dukungan dari semua pihak agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik.

“Mari kita bersama memberikan dukungan kepada Balai Wilayah Sungai Sumatera II, karena tanpa dukungan dari masyarakat pelaksanaan program ini akan mengalami kesulitan dan hasilnya tidak akan sesuai dengan yang kita harapkan,” jelasnya.

Pada saat sesi tanya jawab Salah seorang warga meminta agar pemerintah memberikan kepada masyarakat yang terdampak pembangunan drainase agar diberikan ganti untung bukan ganti rugi.

Pihak BWS Sumatera II mengatakan jika tanah masyarakat terkena dampak pembangunan drainase lebih dari 50% dari keseluruhan luas tanahnya, maka pemerintah akan menggantikan seluruh tanah yang dimiliki masyarakat tersebut dengan syarat tidak melebihi dari 100 m².

“Untuk ganti untung yang akan dilakukan oleh pemerintah adalah berupa fisik dan non fisik. Bentuk fisik yaitu bangunan yang ada diatas tanah (bangunan dan tanaman) ataupun dibawah tanah (septic tank), non fisik adalah dampak ekonomi yang dialami warga (usaha atau warung) yang menjadi penilaian ganti untung tersebut”. Tambahnya.

PKM ini menjadi wadah untuk mengidentifikasi komponen pembangunan drainase terutama yang berpotensi menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi komponen lingkungan Serta mempraktikan dan mengevaluasi dampak besar dan penting tahap prakontruksi, kontruksi dan operasional.

“Melalui kegiatan ini juga kita merumuskan saran masukan penanganan penting dalam RKL dan RPL masyarakat dan tokok-tokoh masyarakat,” tutup kepala BWS.

Kegiatan tersebut dihadiri juga Sekcam Medan Labuhan, Sekcam Medan Deli, Polsek Medan Labuhan, Perwakilan dari Perumnas Martubung, Kepling Kel. Tangkahan dan Kel. Mabar Hilir, Tokoh masyarakat serta masyarakat yang terdampak pembangunan drainase tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *